Sirine Tanda Buka Puasa Tradisi Unik Warga Jombang


Foto: Tamam Mubarrok
Jombang - Tanda waktu berbuka puasa biasanya ditentukan dengan bedug dan adzan maghrib. Namun, di Jombang waktu berbuka dan imsak ditandai dengan suara sirine sebelum surau masjid berkumandang.

Lebih uniknya lagi, bagi warga sekitar tak akan berbuka puasa jika sirine tak berbunyi, meski beberapa mushala dan masjid telah adzan. Tradisi unik ini berada di Alun-alun Jombang dan dipercaya warga hingga radius belasan kilometer.

Sirine ini berada di sebuah menara bekas pos penjagaan serdadu Belanda pada zaman kolonial. Berada di ketinggian sekitar 10 meter, sirine ini kerap disebut warga sebagai suling buka puasa.

Bahkan, bangunan yang terletak di pojok Alun-alun Kota Santri ini sangat dipercaya sebagai penanda waktu berbuka puasa ketimbang adzan maghrib. Jika matahari mulai berada di ufuk barat, warga mulai berkerumun dan menunggu berbuka puasa di bawah menara ini.

"Tak tahu kenapa dari dulu warga sini lebih percaya sirine ini dibandingkan adzan. Mungkin lebih unik," kata Fatkhurrohman (27), warga setempat, Rabu (27/7/2012).

Sirine ini sendiri dibangun sudah puluhan tahun silam. Sirine ini dikelola oleh Pemkab Jombang dengan dua operator. Biasanya, operator akan membunyikan sirine ini setelah memasuki waktu maghrib dan beberapa menit kemudian adzan maghrib dimulai.

"Kalau dibunyikan, warga pasti langsung berbuka puasa. Sebab, sudah dipastikan memasuki waktu maghrib," kata Anton (23), operatos sirine.

Selain berada di alun-alun, menara sirine ini juga berada di Gang Suling, Jalan Ahmad Yani. Jika dibunyikan, radius belasan kilometer akan terdengar.
(fat/fat/Detik.com)